
Semarang, 7 Juli 2025 – Aroma semangat dan harapan begitu terasa di udara saat ratusan siswa-siswi kelas XII SMK 17 Agustus 1945 Semarang resmi melangkah memasuki gerbang dunia profesional. Pada hari Rabu, 2 Juli 2025 lalu, sebuah seremoni penerjunan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan, menandai dimulainya sebuah fase krusial dalam perjalanan pendidikan mereka. Selama lima bulan ke depan, hingga 24 November 2025, para calon tenaga kerja muda ini akan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku sekolah, sekaligus mengasah keterampilan dan karakter di berbagai instansi dan dunia usaha/industri (DUDI) terkemuka di Kota Semarang.
Program PKL ini bukan sekadar agenda rutin tahunan; ia adalah fondasi penting dalam menciptakan lulusan yang benar-benar siap menghadapi tantangan pasar kerja global. Ini adalah wujud nyata komitmen SMK 17 Agustus 1945 Semarang dalam mencetak generasi penerus yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL): Mencetak Profesional Berkarakter
Praktik Kerja Lapangan dirancang dengan tujuan yang jauh melampaui sekadar memenuhi kurikulum. Program ini adalah inkubator bagi talenta muda, tempat di mana mereka dapat mengembangkan diri secara holistik.
Integrasi Soft Skills dan Hard Skills
Salah satu fokus utama PKL adalah internalisasi soft skills yang krusial di dunia kerja. Bayangkan saja, siswa akan belajar langsung tentang pentingnya etika kerja, bagaimana berkomunikasi secara efektif, bekerja dalam tim, beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga memecahkan masalah di bawah tekanan. “Kami ingin siswa kami tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga memiliki mental yang kuat, mampu berinteraksi, dan berinovasi,” ujar Ibu Rachel Lilik Suryani, S.Pd., MA, Kepala Sekolah SMK 17 Agustus 1945 Semarang, dalam sambutannya saat penerjunan.
Lebih lanjut, PKL menjadi arena penerapan hard skills yang telah diasah di sekolah. Ilmu dan keterampilan teknis yang selama ini dipelajari akan diimplementasikan pada pekerjaan yang sesungguhnya, mengikuti Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku di DUDI. Ini sekaligus menjadi kesempatan emas untuk peningkatan dan pengembangan hard skills dalam bidang tertentu sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Misalnya, siswa jurusan Farmasi akan langsung berhadapan dengan manajemen obat di Puskesmas, sementara siswa TKR akan mempraktikkan perbaikan mesin di bengkel sungguhan.
Menyiapkan Jiwa Wirausaha Muda
Tidak hanya fokus pada jalur profesional, PKL juga didesain untuk menyiapkan kemandirian peserta didik untuk berwirausaha. Bagi mereka yang memiliki minat di bidang ini, pengalaman langsung di berbagai jenis bisnis, mulai dari skala kecil hingga korporasi besar, akan memberikan gambaran nyata tentang operasional, tantangan, dan peluang dalam membangun usaha sendiri. Ini adalah bekal berharga untuk menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja.
Manfaat Berlimpah dari Pengalaman Nyata di Lapangan
Manfaat dari program PKL ini bersifat jangka panjang dan sangat krusial bagi masa depan para peserta didik.
- Peningkatan Kompetensi Keahlian: Siswa akan merasakan bagaimana teori yang mereka pelajari berpadu dengan praktik, mengukuhkan pemahaman dan keahlian teknis mereka. “Saya jadi lebih paham bagaimana cara merakit mesin yang benar setelah praktik langsung di bengkel,” ungkap Fajar, siswa jurusan TKR yang ditempatkan di Bengkel Nasmoco Siliwangi.
- Perluasan Wawasan Dunia Kerja: PKL membuka jendela bagi siswa terhadap realitas dunia kerja. Mereka akan mengalami langsung iklim kerja yang positif, menanamkan orientasi pada mutu proses dan hasil kerja.
- Peningkatan Etos Kerja dan Kompetensi: Interaksi dengan para profesional di DUDI akan menanamkan etos kerja yang tinggi, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sesuai dengan budaya kerja yang berlaku di industri.
- Penguatan Kemampuan Produktif: Kemampuan produktif siswa akan semakin terasah, membuat mereka lebih siap bersaing di pasar kerja.
- Pengembangan Kemampuan Adaptif: Dunia kerja terus berubah. Melalui bimbingan dari pembimbing industri, siswa dapat mengembangkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan terbaru di bidangnya, bahkan berkontribusi pada inovasi di tempat PKL.
- Pembentukan Kepribadian Berkarakter: Pengalaman berinteraksi dan menghadapi tantangan di lingkungan profesional akan menguatkan kepribadian siswa, membentuk karakter yang berintegritas dan sesuai dengan nilai-nilai budaya industri.
- Pengembangan Kemandirian Belajar dan Kewirausahaan: PKL mendorong siswa untuk menjadi pembelajar mandiri yang terus mencari solusi dan inovasi, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
- Peningkatan Keahlian Profesional dan Taraf Hidup: Dengan keahlian yang terasah, siswa memiliki bekal kuat untuk meningkatkan taraf hidup dan mengembangkan diri secara berkelanjutan di masa depan.
- Peningkatan Kepercayaan Diri: Pengalaman nyata ini secara signifikan akan meningkatkan kepercayaan diri siswa, mendorong mereka untuk terus meningkatkan keahlian profesionalnya ke tingkat yang lebih tinggi. “Awalnya grogi, tapi sekarang saya lebih percaya diri saat melayani pasien,” tutur Adinda, salah satu siswi Farmasi di Puskesmas Krobokan.
Penempatan Strategis: Mengakomodasi Berbagai Jurusan
Penempatan siswa dilakukan secara strategis, menyesuaikan dengan jurusan dan kompetensi yang mereka miliki, demi memastikan pengalaman PKL yang relevan dan maksimal.
Jurusan Farmasi: Berkhidmat di Puskesmas

Siswa siswi jurusan Farmasi ditempatkan di sepuluh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di Kota Semarang. Ini mencakup Puskesmas Krobokan, Ngemplak Simongan, Ngaliyan, Tambak Aji, Bugangan, Bandarharjo, Pandanaran, Candi Lama, Gunung Pati, dan Kedungmundu. Penempatan ini memberikan kesempatan emas bagi siswa untuk memahami secara langsung proses pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan primer, mulai dari manajemen stok obat, dispensing, hingga edukasi pasien.
Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR): Menggali Keterampilan Otomotif

Untuk jurusan TKR, penempatan dilakukan di lebih dari 20 bengkel terkemuka di Semarang. Beberapa nama besar termasuk Bengkel Semarang Pesona Semesta (SPS Group), PT. Sun Star Motor, Bengkel Nasmoco Siliwangi, hingga berbagai bengkel spesialis seperti Bengkel Din’s Spesialis Power Steering dan Bengkel Aji Jaya Shock & Understel. Para siswa akan terlibat langsung dalam perawatan, perbaikan, dan bahkan modifikasi kendaraan, memberikan mereka keahlian praktis yang sangat dibutuhkan di industri otomotif.
Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV): Mengasah Kreativitas Digital

Siswa jurusan DKV ditempatkan di berbagai studio fotografi, percetakan digital, dan perusahaan kreatif. Lokasi penempatan seperti Top Photo, Photobar Semarang, Kembar Digital Printing, hingga Studio Foto Merdeka dan PT. Aulia Persada, akan menjadi tempat mereka mengaplikasikan teori desain grafis, fotografi, dan produksi media. Bahkan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang turut menjadi lokasi PKL DKV, membuka peluang siswa untuk berkreasi dalam komunikasi publik dan visual instansi pemerintah.
Linimasa dan Mekanisme Penilaian: Mengukur Keberhasilan PKL
Proses PKL ini memiliki linimasa yang terstruktur. Setelah penerjunan pada 2 Juli 2025, siswa akan menjalani praktik lapangan hingga 24 November 2025.
Setelah itu, periode penarikan siswa akan dilaksanakan pada hari Senin, 24 November 2025. Fase selanjutnya adalah penyusunan laporan praktik kerja lapangan, sebuah dokumen penting yang merangkum pengalaman, pelajaran, dan kontribusi siswa selama PKL. Laporan ini kemudian akan dipresentasikan sebagai salah satu bentuk penilaian dari sekolah.
Sistem penilaian PKL dirancang secara komprehensif, menggabungkan evaluasi dari dua pihak utama: Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) dengan bobot 60% dan pihak sekolah dengan bobot 40%. Penilaian ini akan berlangsung dari tanggal 25 November 2025 hingga 19 Desember 2025. Hasil penilaian ini tidak hanya menjadi bagian dari nilai akhir siswa, tetapi juga akan menjadi portofolio penting yang menunjukkan kompetensi dan pengalaman mereka kepada calon pemberi kerja di masa depan.
Kontribusi SMK 17 Agustus 1945 Semarang untuk Masa Depan Vokasi
Program PKL ini adalah cerminan visi SMK 17 Agustus 1945 Semarang dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil, berkarakter, dan siap menghadapi persaingan global. “Kami percaya bahwa pengalaman langsung di lapangan adalah guru terbaik. PKL ini adalah investasi kami untuk masa depan generasi muda dan juga kemajuan bangsa,” pungkas Ibu Rachel Lilik Suryani, S.Pd., MA, selaku Kepala SMK 17 Agustus 1945 Semarang.
Dengan sinergi antara sekolah dan DUDI, diharapkan akan lahir tenaga kerja yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri maupun masyarakat. Mari kita terus mendukung pendidikan vokasi di Indonesia!
Follow Sosial Media Kami :
Instagram : smk17agustus_semarang
Instagram Tefa : tefapitoelas
Facebook : smk17agustus_semarang
Facebook Tefa : tefa pitulas
Youtube : smkagustussemarang
Youtube Tefa : @tefasmk17agustus194smg
TikTok : @smk.17.agustus.19
Tik Tok Tefa : tefa.creative17
Baca juga : Link and Match Kurikulum SMK 17 Agustus Semarang dengan DUDI
#PKLSMK #PendidikanVokasi #SMKBisaHebat #GenerasiSiapKerja #SemarangCerdas #SMK17Agustus1945Semarang #DuniaKerjaNyata
