Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang
Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang
Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan vokasi di Indonesia terus beradaptasi dengan tuntutan zaman, mencetak lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berwawasan luas. Salah satu wujud komitmen nyata dalam menciptakan sumber daya manusia unggul adalah melalui program-program inovatif. SMK 17 Agustus 1945 Semarang, sebagai salah satu garda terdepan pendidikan kejuruan, akan kembali menggelar program andalan mereka, Kunjungan Industri “Study Budaya”, sebuah perjalanan edukatif yang akan membawa siswa menjelajahi Surabaya dan Bali mulai Rabu, 11 Juni hingga Minggu, 15 Juni 2025.

Dengan mengusung tema “Explore Cultures, Connect With Industries“, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik. Ini adalah perpaduan sempurna antara pembelajaran praktis di dunia industri dan pendalaman kekayaan budaya lokal. “Kami percaya bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan pengalaman langsung di lapangan,” ujar Ibu Rachel Lilik Suryani, S.Pd., MA selaku Kepala SMK 17 Agustus 1945 Semarang. Beliau menambahkan, “Melalui ‘Study Budaya’ ini, kami ingin siswa tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan wawasan global.”


Hari Pertama: Menyelami Jantung Industri di Surabaya

Perjalanan akan dimulai pada Rabu, 11 Juni 2025, dengan fokus utama pada kunjungan industri di Surabaya. Setiap jurusan akan diarahkan ke destinasi yang paling relevan dengan bidang studi mereka, memastikan relevansi dan manfaat maksimal dari kunjungan ini. Tentu saja, pemilihan lokasi ini adalah hasil dari perencanaan matang untuk memastikan siswa mendapatkan pengalaman terbaik.

Jurusan Farmasi: Mengintip Rahasia Produksi di PT Amerta Indah Otsuka

Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang
Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang

Bagi siswa jurusan Farmasi, destinasi pertama adalah PT Amerta Indah Otsuka. Perusahaan farmasi dan nutrisi terkemuka ini dikenal dengan inovasinya serta standar produksi yang sangat tinggi. PT Amerta Indah Otsuka menciptakan konsep neutraceutical product, yang merupakan paduan kata nutrisi (nutrition) dan farmasi (pharmaceutical). Kunjungan ke fasilitas produksi Amerta Indah Otsuka akan menjadi kesempatan emas bagi para calon tenaga farmasi untuk melihat secara langsung bagaimana perpaduan nutrisi (nutrition) dan farmasi (pharmaceutical) diproduksi sehingga menghasilkan produk neutraceutical diartikan sebagai produk yang memberikan manfaat kesehatan dan menjaga kualitas hidup menjadi lebih baik

“Ini adalah impian kami untuk bisa melihat langsung proses pembuatan obat yang selama ini hanya kami pelajari di buku,” ungkap Adinda, salah satu peserta dari jurusan Farmasi. “Kami berharap dapat memahami secara langsung standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan mendapatkan inspirasi dari para profesional di sana.”

Para siswa akan diajak untuk menelusuri alur produksi, mulai dari pengadaan bahan baku, proses formulasi, pengemasan, hingga sistem kontrol kualitas yang ketat. Ini adalah pengalaman vital yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku teks. Selanjutnya, mereka juga dapat berinteraksi dengan para ahli di bidang farmasi, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan serta peluang karir di industri ini.

Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV): Menguak Proses Kreatif di JTV

Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang
Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang

Siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) akan diarahkan menuju PT Jawa Pos Media Televisi (JTV). Sebagai salah satu stasiun televisi regional terkemuka di Jawa Timur, JTV menawarkan lingkungan yang dinamis dan penuh kreativitas. Kunjungan ini akan menjadi laboratorium nyata bagi para siswa DKV untuk melihat aplikasi langsung dari ilmu desain grafis, animasi, videografi, dan branding.

“Sebagai siswa DKV, kami selalu penasaran bagaimana sebuah stasiun televisi beroperasi, terutama dalam hal produksi visual dan penyiaran,” kata James, seorang siswa DKV yang bersemangat. “Kami ingin tahu bagaimana tim kreatif bekerja, proses editing video, hingga strategi branding yang digunakan JTV untuk menarik audiens.”

Di JTV, siswa akan diajak untuk menjelajahi berbagai departemen, mulai dari studio siaran, ruang kontrol, departemen produksi berita, hingga tim kreatif yang bertanggung jawab atas desain grafis dan animasi. Mereka dapat mengamati bagaimana konsep visual diubah menjadi program televisi yang menarik, memahami proses pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, serta belajar tentang peran teknologi dalam industri penyiaran.

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR): Menatap Inovasi di Science Techno Park

Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang
Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang

Bagi siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Science Techno Park adalah destinasi yang ideal. Tempat ini dikenal sebagai pusat inovasi dan riset teknologi, termasuk di bidang otomotif. Kunjungan ini akan membuka wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi terkini dalam industri kendaraan, mulai dari kendaraan listrik, sistem otonom, hingga material baru yang ramah lingkungan.

“Kami sangat berharap kunjungan ke Science Techno Park ini bisa memberikan kami gambaran tentang masa depan industri otomotif dan bagaimana kami bisa menjadi bagian dari inovasinya,” ujar Fais, seorang siswa TKR. “Kami ingin tahu tentang teknologi terbaru yang sedang dikembangkan dan bagaimana kami bisa berkontribusi di masa depan, mungkin dalam pengembangan kendaraan listrik atau sistem cerdas.”

Di Science Techno Park, siswa TKR akan memiliki kesempatan untuk melihat prototipe kendaraan inovatif, mempelajari tentang sistem propulsi alternatif, dan memahami bagaimana riset dan pengembangan berkontribusi pada efisiensi dan keamanan kendaraan. Selain itu, mereka juga dapat berinteraksi dengan para insinyur dan peneliti, mendapatkan inspirasi tentang karir di bidang riset dan pengembangan otomotif.


Hari Kedua dan Seterusnya: Menjelajahi Pesona Budaya Bali

Setelah mendalami dunia industri, perjalanan akan berlanjut ke pulau dewata, Bali, untuk fase “Explore Cultures”. Ini adalah kesempatan bagi siswa untuk merasakan langsung kekayaan seni, tradisi, dan keindahan alam Bali.

Pada Kamis, 12 Juni 2025, rombongan akan mengunjungi obyek wisata Bedugul Candi Kuning, sebuah kompleks pura di tepi danau yang menawarkan pemandangan indah dan suasana spiritual. Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke obyek wisata Desa Adat Penglipuran, desa tradisional yang terkenal dengan arsitektur rumah adat dan tata kelolanya yang lestari. Ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang kehidupan komunal dan pelestarian budaya Bali.

Jum’at, 13 Juni 2025, akan menjadi hari yang penuh dengan keindahan alam dan keagungan budaya. Destinasi meliputi obyek wisata Pantai Melasti dan obyek wisata Pantai Pandawa, dua pantai menawan dengan tebing kapur yang megah. Selanjutnya, siswa akan mengunjungi obyek wisata Puja Mandala, sebuah kompleks rumah ibadah lima agama yang melambangkan kerukunan. Puncaknya, mereka akan menjelajahi Obyek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), patung monumental yang menjadi ikon Bali, dan diakhiri dengan menyaksikan pertunjukan tari kecak yang memukau.

Perjalanan budaya akan diakhiri pada Sabtu, 14 Juni 2025, dengan kunjungan ke obyek wisata Tanah Lot, pura yang berdiri kokoh di atas batu karang di tengah laut, menawarkan pemandangan matahari terbenam yang legendaris. Kunjungan ini akan menjadi momen refleksi dan apresiasi terhadap keindahan alam dan spiritualitas Bali. Setelahnya, rombongan akan mempersiapkan diri untuk kembali ke Semarang dan sampai di SMK 17 Agustus 1945 Semarang pada hari Minggu, 15 Juni 2025 pukul 07.00


Manfaat Holistik untuk Masa Depan Siswa

Program “Study Budaya” ini tidak hanya sekadar rekreasi, melainkan sebuah investasi pada masa depan siswa. Ini memberikan berbagai manfaat jangka panjang:

  1. Pengalaman Praktis: Siswa mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana industri beroperasi, melengkapi pengetahuan teoretis yang diperoleh di sekolah.
  2. Validasi Pilihan Karir: Interaksi langsung dengan profesional industri dapat membantu siswa memvalidasi minat mereka atau bahkan menemukan jalur karir baru yang menarik.
  3. Pengembangan Soft Skills: Perjalanan bersama, interaksi dengan masyarakat lokal, dan pengalaman di tempat baru akan melatih kemampuan adaptasi, kerja sama tim, dan komunikasi siswa.
  4. Wawasan Budaya: Kunjungan ke situs-situs budaya memperkaya pemahaman siswa tentang keragaman budaya Indonesia, menumbuhkan rasa bangga dan toleransi.
  5. Peningkatan Motivasi: Melihat aplikasi nyata dari apa yang mereka pelajari dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan.

Program “Study Budaya” ini adalah bukti nyata komitmen SMK 17 Agustus 1945 Semarang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter kuat dan wawasan luas. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk menghadapi tantangan global di masa depan,” pungkas Ibu Rachel Lilik Suryani, S.Pd., MA selaku Kepala SMK 17 Agustus 1945 Semarang.


“Explore Cultures, Connect With Industries”: Lebih dari Sekadar Kunjungan

Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang
Jembatan Vokasi dan Wawasan Budaya SMK 17 Agustus 1945 Semarang

Tema “Explore Cultures, Connect With Industries” bukan sekadar slogan. Lebih jauh lagi, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman holistik kepada siswa. Selain kunjungan industri, siswa juga akan diajak untuk mengenal budaya lokal di daerah yang mereka kunjungi. Ini bisa berarti mengunjungi situs bersejarah, menikmati kuliner khas daerah, atau bahkan berinteraksi dengan komunitas lokal.

Dengan memadukan aspek industri dan budaya, SMK 17 Agustus 1945 Semarang bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan wawasan yang luas. “Penting bagi siswa kami untuk tidak hanya menjadi ahli di bidangnya, tetapi juga menjadi individu yang berbudaya dan berwawasan global,” jelas Ibu Wahyu Putri Nadhila selaku Guru Pendamping. “Pengetahuan tentang budaya lokal dapat memperkaya perspektif mereka dan membantu mereka beradaptasi di berbagai lingkungan kerja.”

Program ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian, kolaborasi, dan rasa ingin tahu yang tinggi pada diri siswa. Bagaimanapun, dunia kerja modern membutuhkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial.


Aksi Nyata untuk Pendidikan Berkualitas

Inisiatif SMK 17 Agustus 1945 Semarang melalui program “Study Budaya” ini adalah contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat berinovasi untuk memberikan pembelajaran yang relevan dan bermakna. Ini adalah investasi pada masa depan generasi muda, memastikan bahwa mereka tidak hanya memiliki bekal pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dan wawasan yang luas.


Jangan lewatkan kisah inspiratif lainnya dari SMK 17 Agustus 1945 Semarang! Ikuti terus perkembangan program-program inovatif kami dan jadilah bagian dari generasi penerus bangsa yang unggul. Ayo, bergabunglah dengan kami dan wujudkan masa depan cerah Anda!


#SMK17Agustus1945Semarang #StudyBudaya2025 #KunjunganIndustri #EdukasiVokasi #BaliJourney #ExploreCulturesConnectIndustries #FarmasiMasaDepan #DKVKreatif #TKRInovasi #PendidikanKarakter #GenerasiUnggul #KunjunganIndustriSMK17Agustus #StudyBudaya2025 #PendidikanVokasiBerkualitas #SMKSemarangHebat #FarmasiIndonesia #DKVKreatif #TKROtomotif #ExploreAndConnect #GenerasiSiapKerja #MasaDepanPendidikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *